July 2012
22 posts
Ada 3 orang direktur di sebuah perusahaan. Dari 3 diantaranya hanya 1 direktur yang paling pintar. Sebut saja namanya dengan Avtar.
Hingga suatu masa, Pak Deka CEO di perusahaan tersebut harus keluar karena sudah waktunya pensiun. Sebelum pensiun, Pak Deka harus memilih salah satu dari ke 3 direktur tadi siapa yang layak untuk menempati posisinya.
Maka sebelum pemilihan dimulai, Pak Deka berdiskusi dengan owner. Menurut pengamatan owner setelah ditinjau dari penguasaan ilmu dan lainnya, yang pantas menempati posisi CEO ialah Avtar.
Rekomendasi dari owner tidak serta-merta diterima oleh Pak Deka, agar lebih adil dibuatlah ujian untuk ke 3 direktur itu. Namun tujuan ujian tetap menjadi rahasia 4 mata antara Pak Deka dengan Owner saja.
Sudah bisa ditebak bukan hasilnya, ujian tertulis pasti dimenangkan oleh Avtar. Bukankah dia yang paling pintar? Sayangnya tak hanya ujian tertulis yang dibuat oleh Pak Deka. Ada ujian wawancaranya juga! Bukan main selektifnya..
Avtar tentu saja lancar menjawab detil proses bisnis, visi misi, serta pertanyaan seputar pekerjaan yang memang sangat Ia kuasai.
Namun naluri Pak Deka belum cukup yakin untuk memilih Avtar. Akhirnya pertanyaan terakhir pun diajukan kepada Avtar. Dengan sedikit berdeham, Pak Deka mengatakan : Baik nak.. engkau muda, pintar, tampan serta menguasai sekali manajemen serta ilmu bisnis. Lantas siapa yang layak menggantikan posisimu?
Avtar dengan penuh percaya diri pun menjawab “Tak Ada yang pantas menggantikan posisi saya, karena semua ilmu serta trik-trik Perusahaan ini hanya saya saja yang menguasainya.
Dengan ucapan terimakasih serta senyuman yang khas Pak Deka mengakhiri ujian-ujian hari itu juga.
Seminggu kemudian, terbitlah memorandum yang menyatakan bahwa posisi CEO yang baru ditempati oleh… Ramayana, teman Avtar sendiri.
Tak lama setelah memorandum tersebut ditayangkan, Pak Deka memanggil Avtar, setelah mempersilahkan Avtar duduk serta memperlihatkan hasil ujian, Pak Deka dengan wajah terlipat mencoba memberikan pemahaman kepada Avtar.
Avtar anakku yang baik, Engkaulah sesungguhnya yang layak menggantikanku sebagai CEO. Taukah kau mengapa Ramayana yang akhirnya terpilih? Bukan karena hasil ujian Rama yang lebih baik dan jangan kau fikir ini ulah ‘serangan fajar’, Sama sekali tak ada celah korupsi dari ujian ini. Ingatkah kau anakku Avtar pertanyaan terakhir yang ku ajukan saat senja seminggu yang lalu? Sebenarnya percakapan kita terakhir kali itu yang menentukan.
Saat itu kau bilang, tak ada satupun yang layak menggantikan posisimu. Apakah kau takut jabatan Kau turun diganti anak buahmu? Atau kau berfikir akan dimutasi dari Kantor Pusat? Sama sekali tidak Avtar, Kami telah mempertimbangkan masak-masak untuk kebaikan Kau serta perusahaan ini. Jika kami memilih kau menempati CEO, lalu siapakah yang akan menempati posisi mu? bukankah jabatan direktur sama pentingnya dengan CEO? sama-sama amanah dari Tuhan yang harus dipertanggung jawabkan sebaik-baiknya.
Disinilah letak kekurangan mu Avtar, mengapa tak kau ajari ilmu-ilmu yang kau punya itu kepada anak buah mu mungkin. Atau kepada siapa saja yang ingin belajar. Ku lihat Shinta sangat tertarik dengan semua analisa kau nak.. Ia sangat mendukung segala visi-misi mu Avtar.
Tau kah kau apa keuntungan kita mensyiarkan, membagikan ilmu-ilmu yang kita punya ini kepada orang lain? Ilmu kita akan senantiasa bertambah dengan kita membagikannya. Kita juga dapat poin plus-plus reward dari Tuhan pahala amal jariyah, amal yang tak putus-putus dapat kita nikmati sepanjang ilmu kita diaplikasikan oleh orang lain. Tuhan pun meluaskan rezeki, berkah serta hal-hal baik lainnya kepada kita. Jadi jangan takut tersaingi nak jika kau mengajari orang lain, dan jangan berkecil hati kau belum bisa menjadi CEO saat ini. Tuhan selalu memberikan apa yang terbaik untuk hambanya, bukan apa yang diinginkan. Sekarang tersenyumlah tak usah kau murung, banyak hati yang cemas melihat kau kuyu seperti ini, Termasuk Aku.
Inspirasi cerita ini dari Dosen Saya, Bapak Windu Gata. Semalam Beliau menceritakannya selagi membahas matakuliah Rekayasa Web. Namun kisah ini sedikit diedit agar lebih enak dibaca. Semoga tidak mengurangi maknanya. :)
Kisah ini saya persembahkan untuk semua suhu-suhu yang selalu ngajarin saya programming, serta ilmu komputer lainnya. @sorcerershell, @prihandini @jhepunk @th3sn0wbr4in @hdytsgt dll yang tak bisa saya sebutkan satu persatu namanya. :D
(c) Lis Syukralillah
Joey McIntyre - Stay the Same
Don’t you ever wish you were someone else,
You were meant to be the way you are exactly.
Don’t you ever say you don’t like the way you are.
When you learn to love yourself, you’re better off by far.
And I hope you always stay the same,
cuz there’s nothin’ ‘bout you I would change.
Jadi hari ini saya mengalami kejadian yang sangat memalukan, hingga membuat saya berkaca-kaca, hingga detik ini jika mengingatnya. Sedih sekalinya jika mengingat kejadian tadi sore, bukan karena saya sakit hati, tapi saya sedih karena masih ada manusia yang menghina manusia lainnya karena hal…
:( ceritanya mirip nay, saya tau betul bagaimana rasanya.. (bighug). Hanya saja saat itu saya digituin di bus patas yang penuuh banget penumpangnya bukan di pesawat. Kalau saya kasusnya si Ibu minta saya bergeser, namun saya tolak secara halus karena saya mau turun. Berhubung macet parah, jadi seakan-akan saya ngomong doang. Si Ibu berkali-kali gerutu, dia bilang “Mana katanya mau turun, tapi koq ngga turun-turun”. Awalnya saya cuekin, karena dengan kondisi bus yang sesaknya parah, wajar mungkin ada saja orang-orang yang ngga sabaran lantas emosi ngedumel ke penumpang lainnya. Namun menjadi ngga wajar ketika sudah menindas harkat dan martabat orang lain (menurut saya). Sehingga ketika sudah beberapa kali saya diamkan, namun si Ibu tak mau mengerti malah menghina saya terus-terusan, sampai dia bilang “Udah gendut ngga tau diri, ngga mau geser !” Saya pun ngga tinggal diam, saya balik menyerang dengan mengatakan “Kayak Ibu ngga gendut aja deh” :| (Soalnya memang gedean dia koq, ups..) Astaghfirullah.. Satu patas kayanya jadi hening gara-gara percek-cokan ini.
Sejujurnya saya menyesal balas menyerang seperti itu, tapi saya ngga tahan. Menurut saya ada kondisi dimana hak kita harus dibela, kita harus berani ‘membela hak’ kita itu jika kita memang benar. Hitung-hitung belajar membela diri agar orang lain tak bisa semena-mena sama kita. Yahh.. jadi curcol di tumblr :”>
Btw memangnya kamu gendut nay? Toss kalau gitu.. Gendut gapapa koq, dunia ngga seru kalau semua orang kurus-kurus n langsing-langsing. :D
Sebagai penyemangat, sedikit lirik dari lady gaga, hehe..
I’m beautiful in my way,
‘Cause God makes no mistakes
I’m on the right track, baby
I was Born This Way
Don’t hide yourself in regret,
Just love yourself and you’re set
Akhir kata.. Salam kenal Nayasa :)
kamu tau gak kenapa aku suka kamu?
karna setiap kali aku kangen kamu, aku berlari mendatangi Allah, mengadukan nama kamu.
Kamu membuat aku jadi lebih dekat dengan-Nya….
In the name of Allah, The Most Gracious and Most Merciful.
Cerita berikut ini mungkin saja akan mengubah pandangan Anda tentang keluarga, tentang karir, dan terutama tentang hidup. Tapi, mungkin juga tidak sama sekali. Pilihan ada di tangan Anda.
Rani, sebut saja begitu…
Ya, kadang kamu memang butuh satu masa untuk berdua dan mengetahui kalau seseorang adalah cocok atau tidak dengan karakter kamu.
Kamu bisa saja menyukai seseorang, mengaguminya dari jauh. Tapi ketika satu masa kalian dibiarkan berdua, saat itulah kamu bisa tau dia adalah orang…