Alkisah Umar bin Abdul Aziz, seorang khalifah yang sedang menapaki tangga puncak amanah ternyata mendapatkan tawaran yang mengejutkan. Ia ditawari oleh istrinya untuk menikah lagi! Tidak tanggung-tanggung, istrinya sendiri yang memilihkan gadis beruntung tersebut bagi suaminya.
Adalah wajar bila seorang pahlawan memiliki kebutuhan akan kasih sayang dan kelembutan lebih dari orang kebanyakan. Dan sang istri ternyata memahami fitrah kepahlawanan tersebut. Ironisnya, ternyata gadis yang ditawarkan merupakan romantisme masa lalu Umar.
Dahulu, ada sebuah momen dimana Umar mencintai sang gadis. Dan sang gadis pun memberikan respon positif. Namun, atas nama kecemburuan justru sang istrilah yang menghalangi benih ikatan itu. Kini, kondisinya berputar balik. Justru sang istrilah yang menawarkannya pada suami tercinta.
Dorongan itu begitu kuat, gairah cinta meletup-letup. Dan lagi, pintu kesempatan terbuka begitu lebar. Namun, sekelebat kesadaran membuka tabirnya dalam benak sang khalifah.
TIDAK, Saya belum sepenuhnya merubah diri jika masih kembali pada dunia perasaan semacam ini.
Begitulah Umar, maka diapun justru menikahkan gadis tersebut dengan seorang pemuda.
Saat sang gadis bertanya
Dulu kita pernah saling cinta, namun kemanakah cinta itu sekarang?
Dengan penuh haru Umar bin Abdul Aziz menjawab
Cinta itu masih tetap ada, bahkan kini rasanya jauh lebih dalam
Maka, cinta itu pun digunakan sang khalifah untuk menjemput takdir kepahlawanannya. Jalan perjuangan.
October 2011
11 posts
Belum Saatnya Cinta
“Dia dzat Yang Maha Mengabulkan doa dan tidak pernah habis pemberian-Nya.”
—islamdiaries
“Bahwa Allah tidak mendengar doa seseorang yang berdoa karena sum’ah, riya’ dan main-main tetapi Allah menerima orang yang berdoa dengan ikhlas dari lubuk hatinya.”
—Imam Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad 2/65 No. 606
“If you want to make a difference, wake up everyday intending to help someone with something they will never be able to repay you for. Start with your family and relatives. Don’t worry, Allah will reward you with full measure and more.”
—Abdulbary Yahya (via islamicgirl)