November 2010
17 posts
Bryan Adams - Inside Out
I wanna know you like i know myself
I’m waiting for you, there ain’t no one else
Talk to me, baby, scream and shout
I want to know you inside out
Tak seorang pun bisa bersikap seperti Tuhan atas takdir orang lain” —Amal, - Does My Head Look Big in This? Memangnya Kenapa Kalau Aku Pakai Jilbab? (hal. 262)
![]()
Tamu : “Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, Pak Tua?”
Pak Tua : “Bosan adalah keadaan di mana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.”
Tamu : “Kenapa kita merasa bosan?”
Pak Tua : “Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.”
Tamu : “Bagaimana menghilangkan kebosanan?”
Pak Tua : “Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya.”
Tamu : “Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?”
Pak Tua: “Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?”
Tamu : “Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua.”
Pak Tua : “Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang.”
Tamu: “Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?”
Pak Tua : “Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya.”
Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.
Tamu : “Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?”
Pak Tua : “Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.”
Tamu : “Contohnya? ”
Pak Tua : “Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu.”
Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.
Tamu : “Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaibanpun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?”
Sambil tersenyum Pak Tua berkata: “Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria.”
# Ada saat dimana, mengatakan ya itu sulit sekali. hingga tersudut menyebutkan ‘tidak’. :|
a : will we……?
b : i don’t think so
a : why? don’t you…..?
b : because i can’t say yes, so i choose no.
Tapi ukhuwah terletak pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam setia..” —Herry Supriadi
Hidup adalah untuk belajar.
Belajar bersyukur meski tak cukup.
Belajar memahami meski tak sehati.
Belajar ikhlas meski tak rela.
Belajar bersabar meski terbebani.
Belajar setia meski tergoda.
Belajar dan terus belajar dengan keyakinan setegar karang.
Tapi sudah menjadi kodrat hati seperti gelombang air laut, pasang surut dan sering terbawa arus.
Maka dari itu tetaplah belajar untuk berada di jalan yang benar.
Belajar menjadi lebih baik untuk menjadi yang terbaik.
Insya Allah… :)
Kau takkan mengerti bagaimana kesepianku
Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
Kau takkan mengerti segala lukaku
Karena cinta telah sembunyikan pisaunya
Membayangkan wajahmu adalah siksa
Kesepian adalah ketakutan dan kelumpuhan
Engkau telah menjadi racun dalam darahku
Apabila aku dalam rindu dan sepi
Itulah berarti,
Aku tungku tanpa api